PERKEMBANGAN DI MASA KONSEPSI SAMPAI KELAHIRAN

Posted: Januari 23, 2011 in Uncategorized

PEMBUAHAN ( FERTILIZATION )

Fertilisasi pada manusia terjadi di dalm saluran reproduksi wanita. Fertilisasi demikian disebut fertilisasi internal. Fertilisasi merupakan proses berfungsinya sel telur dengan sperma. Fertilisai biasanya diawali dengan proses persetubuhan (kopulasi). Melalui rangsangan seksual dan gerakan penis di dalam vagina menyebabkan sperma bersama air mani (semen) terpancar ke luar uretra (ejakulasi).

Pada saat ejakulasi, semen yang dipancarkan mengandung 150 juta hingga 350 juta sperma ke dalam vagina. Namun, kurang dari100 sperma yang akhirnya berhasil mencapai permukaan sel telur dan biasanya hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur. Di dalam vagina, enzim proteolitik mengubah lendir dalam semen menjadi cairan yang lebih encer sehingga sperma menjadi sangat motil. Sperma bergerak dari vagina melalui uterus dan oviduk dalam waktu sekitar satu jam. Sperma berenang seperti berudu sedang menggerakan ekornya. Biasanya fertilisasi terjadi di bagian atas oviduk.

Pada proses fertilisasi, beberapa sperma berusaha masuk melewati tiga lapisan pelindung sel telur menuju inti sel telur.ketiga lapisan pelindung tersebut adalah korona radiata (berupa selubung dari sel-sel folikel), zona pelusida (larutan jeli), dan membran plasma sel telur. Untuk menembus ketiga lapisan pelindung sel telur, sperma mengeluarkan enzim-enzim yang tersimpan pada akrosom. Misalnya, hialuronidase, enzim untuk melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata.

Ketika satu sperma berhasil mebuahi sel telur (fertilisasi), bagian permukaan sel telur segera melepaskan senyawa kimia ke dalam zona pelusida. Senyawa kimia tersebut berfungsi untuk mencegah sperma lainnya masuk ke dalam sel telur. Selanjutnya, sel telur melanjutkan proses pembelahan meiosis II untuk menghasilkan sel kelamin yang haploid. Pada fertilisasi, inti sperma (haploid) menyatu dengan inti sel telur (haploid) membentuk zigot (diploid) yang terdiri dari 46 kromosom dalam diri kita

Selanjutnya, zigot berkembang menjadi embrio. Perkembangan embrio dimulai pada saat telur yang dibuahi berada di dalam oviduk. Sambil mengalami pembelahan mitosis secara berulang kali, telur bergerak menuju uterus dalam tiga atau empat hari sebagai blastosis. Blastosis merupakan tingkatan blastula pada mamalia, yaitu strujtur bola berongga pada perkembangan embrio (lebih kurang seminggu setelah fertilisasi). Kemudian blastosis tertanam dalam dinding uterus yang menebal melalui suatu proses yang disebut implantasi. Jika implantasi berhasil, terjadilah kehamilan.

1)Saluran reproduksi

Saluran reproduksi terdiri atas epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra. Epididimis merupakan saluran panjang berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Setiap testis memiliki satu epididimis. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma hingga menjadi matang sehingga sperma dapat bergerak menuju sel telur.

Gambar 7

Vas deferens merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Bagian ujung saluran tersebut terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi vas deferens adalah untuk mengangkut sperma dari epididimis ke kantong mani (kantong semen).

Saluran ejakulasi merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan sperma dari vas deferns menuju uretra. Berdeda dengan  saluran reproduksi sebelumnya. Saluran ejakulasi ini berukuran pendek.

Uretra merupakan saluran akhir dari saluran saluran reproduksi. Uretra berfungsi untuk menyalurkan sperma dan urine ke luar tubuh.

MEKANISME HEREDITAS DAN GENETIK

  • Hereditas; secara bahasa adalah turun menurun, sedangkan secara istilah adalah penurunan sifat genetik dari orangtua ke anak (KBBI).
  • Ilmu genetik mempelajari hereditas. Genetika berasal dari Bahasa Latin GENOS berarti suku bangsa atau asal usul. Jadi, genetika berarti ilmu yang mempelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) yang diwariskan kepada anak-cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya (Genetika Dasar, Azmi Elvita dkk, FK UNRI).

BAGIAN SEL

  • Manusia dewasa mempunyai 10 milyar sel. Sel terdiri dari 3 bagian: nucleus; cytoplasma yang mengelilingi nucleus; dan membran sel yang menyelubungi sel.
  • Di dalam nucleus terdapat materi genetik tubuh, yakni DNA, tersusun didalam rangkaian kromosom. Pada manusia terdapat 23 pasang kromosom, semuanya ada 46. Yang 22 pasang adalah autosom, kromosom biasa, sedangkan pasangan ke-23 terdiri dari kromosom seks yang  berperan menentukan jenis kelamin, yakni kromosom X  dan Y. Ketika pasangan terdiri dari dua kromosom X (XX), maka seseorang adalah perempuan; ketika terdiri atas satu dari dua tipe (XY), maka seseorang adalah laki-laki.
  • Sel terbagi dalam dua tipe besar; sel tubuh yang proses reproduksinya disebut mitosis, dan sel gamet yang proses reproduksinya disebut meiosis. Dalam mitosis, setiap 46 kromosom dalam sel membelah diri, sehingga membentuk satu sel baru yang juga berisi 46 kromosom dan persis sama dengan sel sebelumnya. Sedangkan dalam meiosis, setiap sel membelah diri dimana semuanya berbeda satu sama lain dan masing-masing hanya berisi 23 kromosom. Sel-sel anak tersebut disebut gamet, yakni sperma atau ovum yang menyatu dalam pembuahan membentuk individu baru dengan 46 kromosom lengkap.

DALAM KROMOSOM

  • Struktur DNA –seperti rangkaian spiral- terdiri dari 4 base: adenine (A), thymine (T), guanine (G), dan cytosine (C). Setiap rangkaian, yang disebut nucleotide, terdiri dari sepasang base yakni A-T dan G-C. Nucleotide tersebut yang menentukan informasi kode yang dibawa gen.
  • Gen adalah bagian dari rangkaian DNA yang terdiri dari beberapa kumpulan jaringan nucleotide. Pada umumnya, gen berisi 1.000 nucleotide, dan beberapa berisi 2 juta. Jadi, kromosom dalam sel tubuh manusia berisi 100 ribu gen, dan bahwa setiap kromosom melalui proses crossing over selama meiosis, membuat setiap individu menjadi unik.
  • Dalam setiap pasang kromosom, gen untuk beberapa sifat ( warna mata dan bentuk hidung) berada di lokasi yang sama dan disebut dengan allel. Kedua gen tersebut menggambarkan bagaimana sifat terlihat, tetapi karena dua allel selalu tidak sama, banyak kombinasi berbeda dari karakteristik yang dihasilkan.
  • Terdapat dua macam gen: gen struktural dan gen regulasi. Tugas gen struktural adalah mengawasi produksi protein dalam sel, yang membantu berfungsinya bagian tubuh. Sedangkan tugas gen regulasi adalah mengontrol aktifitas gen struktural dan menentukan produksi protein yang dibutuhkan organ-organ tertentu, seperti jantung, hati, dan otak, juga memulai dan mengontrol berbagai perubahan selama puberitas –respon lingkungan sekitar.
  • Jadi, dengan memahami proses tersebut, maka gen mempengaruhi kemampuan sensor, sistem syaraf, otot dan tulang kita, dsb, kemudian juga mempengaruhi prilaku dan perkembangannya.

PENELITIAN MENDEL

  • Beberapa prinsip dasar hereditas mulai dipahami semenjak pertengahan 1800-an, ketika ditemukan dan diteliti oleh ilmuwan Austria Gregor Mendel (1822-1884). Percobaan Mendel menggunakan tumbuhan kacang polong.
  • Mendel mengawinkan tumbuhan berbunga-ungu dan berbunga-putih, hasilnya adalah semua keturunannya berbunga ungu. Apakah sifat putih yang tidak tampak telah menghilang? Sebenarnya tidak, karena ketika Mendel mengawinkan tumbuhan berbunga-ungu yang baru satu sama lain, satu dari empat keturunan generasi-kedua adalah putih.
  • Dia berkesimpulan bahwa setiap sifat yang tampak, seperti warna, membutuhkan dua elemen –sepasang gen (allel), turunan dari setiap orangtua. Sifat yang terlihat atau yang tampak adalah phenotip dan gen yang mendasarinya adalah genotip.

PRINSIP TRANSMISI GENETIK

  • Teori Mendel menghasilkan prinsip dominan. Allel dari suatu sifat tidaklah sama, dan biasanya satu mendominasi yang lain. Jadi, gen yang berbunga ungu adalah dominan dan gen berbunga putih adalah ressesif. Mendel menemukan bahwa ketika suatu gen adalah dominan maka karakteristiknya tampak; hanya ketika kedua gen adalah ressesif maka karakteristik lain akan tampak. Misalkan, warna sifat dalam tumbuhan kacang polong adalah gen ungu (P) atau putih (w), kemudian tumbuhan dengan genotip PP, Pw, atau wP akan memiliki bunga ungu, dan hanya tumbuhan dengan genotip ww yang akan memiliki bunga putih. Tumbuhan tersebut bisa memiliki phenotip yang sama (bunga ungu) dengan genotip yang berbeda (PP, Pw, atau wP)
  • Prinsip segregasi dimana setiap sifat warisan menurun seperti unit yang terbagi (allel yang memproduksi warna bunga terpisah dan menurun, misalkan ungu (PP) dan putih (ww); terpisah menjadi P dan w; dan menurun menjadi Pw ). Prinsip independent assortment menyatakan bahwa sifat-sifat yang menurun adalah independen (misalkan, sifat warna-bunga tidak menurunkan sifat tangkai-panjang).

REVISI PRINSIP MENDEL

  • Sifat tunggal kadangkala memproduksi lebih dari satu pasang gen –prosesnya dikenal dengan warisan polygenic. Beberapa sifat menghasilkan gen yang menunjukkan dominan tidak lengkap, yaitu mereka tidaklah sepenuhnya dominan atau ressesif. Misalkan, penyakit anemia sel sabit (sickle-cell anemia) diturunkan dari gen ressesif. Darah seseorang yang memiliki gen ressesif ini bersama dengan gen normal dominan akan memperlihatkan karakteristik asing dari penyakit ini.
  • Codominance, dimana kedua gen sifat adalah dominan sehingga karakteristik keduanya terlihat. Misalkan, gen untuk golongan darah A dan B adalah dominan, sehingga hasilnya adalah seseorang yang memiliki golongan darah AB.
  • Lingkungan juga bisa mempengaruhi penampakan gen. Misalkan, warna bulu rubah kutub bisa berubah karena temperatur dari putih ketika musim dingin ke coklat pada musim panas. Jadi, interaksi gen-lingkungan juga mempengaruhi karakteristik phenotip pada berbagai spesies

KELAINAN DAN PENYAKIT GENETIK PADA MANUSIA

Walaupun secara garis besar genetik seseorang menghasilkan pertumbuhan normal, tetapi gen juga bisa menjadi sumber masalah. Beberapa kelainan dan penyakit manusia merupakan hereditas, beberapa lainnya bukanlah hereditas tetapi hasil dari kesalahan selama pembelahan sel dalam meiosis; juga karena radiasi, drug, virus, kimiawi, dan proses penuaan.

KELAINAN DAN PENYAKIT HEREDITAS PADA SIFAT DOMINAN

  • Chorea Huntington. Pada umumnya menyerang seseorang pada usia 30 dan 40 tahun. Secara perlahan, sistem syaraf mulai memburuk, sulit mengontrol pergerakan otot dan mengganggu fungsi otak (Haith & Miller).
  • Akondroplasia, disebabkan tidak terbentuknya komponen tulang rawan pada kerangka tubuh secara benar, sehingga mempunyai kaki dan lengan yang tidak normal (kerdil) namun intelejensi, ukuran kepala, dan ukuran tubuh normal.
  • Brakidaktili, kelainan yang dicirikan dengan jari tangan atau kaki yang memendek karena memendeknya ruas-ruas tulang jari.
  • Polidaktili, terdapatnya jari tambahan pada satu atau kedua tangan/kaki. Tempat jari tambahan itu berbeda-beda, ada yang terdapat dekat ibu jari atau kelingking (Azmi Elvita dkk).

SIFAT RESSESIF

  • Tay-Sachs, gangguan sistem syaraf karena kekurangan enzim yang menghancurkan lemak didalam sel-sel otak. Jaringan lemak membengkak, menyebabkan sel-sel otak mati. Penyakit ini hanya terjadi pada 1 per 300 ribu kelahiran, tetapi pada orang Yahudi di USA didapati lebih dari 90% yakni 1 per 3.600 kelahiran. Bayi penderita terlihat normal ketika lahir sampai usia 1,5 tahun. Kemudian, pada usia 8 bulan biasanya menjadi lesu, dan seringkali pada akhir usia 1 tahun, mereka buta. Pada umumnya meninggal pada usia 6 tahun. Saat ini, belum ada pengobatan untuk penyakit ini.
  • Phenylketonuria (PKU), gangguan metabolisme protein dalam tubuh, terjadi ketika tubuh gagal memproduksi enzim yang menghancurkan phenylalanine, asam amino. Akibatnya, zat-zat ini menumpuk dalam darah dan mengganggu peredaran sel-sel otak. Bayi penderita biasanya lahir sehat, jika tidak diobati, akan memburuk setelah beberapa bulan ketika darah phenylalanine meningkat. Masa-masa sawan dan serangan sering terjadi, dan biasanya korban menjadi terbelakang.
  • Anemia sel sabit (sickle-cell anemia;SCA), berupa sel darah merah yang tidak mengandung hemoglobin normal, protein yang membawa oksigen dalam tubuh. Jadi, kelainan hemoglobin menyebabkan sel darah merah menjadi sickled. Sel-sel sickled tersebut menghambat pembuluh darah sehingga mencegah darah mencapai bagian-bagian tubuh. Permintaan oksigen tak terpenuhi, sehingga penderita akan sangat kesakitan, menghancurkan jaringan, dan meninggal. Kira-kira 9% orang Amerika-Afrika membawa gen ini (Haith & Miller).
  • Fibrosis sistik, disebabkan tidak adanya protein yang membantu ion klorida melalui membran plasma, sehingga menghasilkan banyak lendir yang mempengaruhi pankreas, saluran pernapasan, kalenjar keringat, dsb.
  • Galaktosemia, disebabkan tidak dapat menggunakan galaktosa (laktosa dari ASI ibu) karena tidak dihasilkan enzim pemecah laktosa, gejalanya berupa malnutrisi, diare dan muntah. Bisa dihindari dengan diet bebas laktosa.
  • Albino, terjadi karena tubuh tidak mampu membentuk enzim yang diperlukan untuk merubah asam amino menjadi beta-3, 4-dihidroksipheylalanin untuk selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin.
  • Thalassemia, ditandai dengan berkurangnya atau tidak sama sekali rantai hemoglobin, sehingga hanya mempunyai kemampuan sedikit untuk mengikat oksigen. Dibedakan pada thalassemia mayor yang sangat parah, sering menyebabkan kematian waktu bayi; dan minor yang tidak parah, mempunyai gejala pembengkakan limpa sedikit (Azmi Elvita dkk).

KELAINAN STRUKTUR KROMOSOM

  • Down Syndrome, kelebihan kromosom autosom (nomor 21). Bayi penderita penyakit ini mengidap mental terbelakang dan memiliki penampilan khusus berupa muka rata dan kelopak mata yang terlipat. Mereka juga cenderung memiliki otot tidak sehat dan masalah pada ekspresi bahasa. Penyebab Down syndrome teridentifikasi pada tahun 1957. Kemungkinan pasangan memproduksi anak dengan down syndrome meningkat tinggi berhubungan dengan usia ibu. Sedikit dari 1 per 1.000 ribu bayi dengan Down syndrome dari ibu berusia 30 tahun, sedangkan 75 kali lebih besar terjadi dari ibu berusia 45 dan 49. (padahal, hanya proporsi kecil dari kelahiran dimana ibu menderita Donw syndrome). Usia ayah tidaklah penting, tetapi ayah berkontribusi memberikan kelebihan kromosom 20-30% dari kasus.
  • Sindrom Cri du chat, disebabkan karena kekurangan kromosom autosom. Bayi penderita, menangis seperti kucing, memiliki mental terbelakang dan gangguan syaraf, biasanya meninggal ketika bayi atau anak-anak.
  • Tumor Wilms, anak-anak penderita ini tidak memiliki selaput, bagian mata yang berwarna, dan kemungkinan rentan memiliki kanker ginjal ketika bayi atau usia anak-anak (Haith & Miller)
  • Sindrom Jacobs (XYY, 47), berciri-ciri pria bertubuh normal, berperawakan tinggi, bersifat antisosial, perilaku kasar dan agresif, wajah menakutkan, memperlihatkan watak kriminal, IQ dibawah normal.
  • Sindrom Klinefelter (XXY, 47), penderita berkelamin laki-laki tetapi cenderung bersifat kewanitaan, testis mengecil dan mandul, payudara membesar, dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh, tubuhnya cenderung tinggi (lengan dan kakinya panjang), mental terbelakang.
  • Sindrom Turner (XO, 45), penderita berkelamin perempuan, namun tidak memiliki ovarium, alat kelamin bagian dalam terlambat perkembangannya (infatil) dan tidak sempurna, steril, kedua puting susu berjarak melebar, payudara tidak berkembang, badan cenderung pendek (kurang lebih 120 cm), dada lebar, leher pendek, mempunyai gelambir pada leher, dan mengalami keterbelakangan mental.
  • Sindrom Edward, kelebihan kromosom autosom (nomor 18). Ciri-ciri penderita adalah memiliki kelainan pada alat tubuh telinga dan rahang  bawah kedudukannya rendah, mulut kecil, mental terbelakang, tulang dada pendek, umumnya hanya mencapai umur 6 bulan saja.
  • Sindrom Patau, kelebihan kromosom autosom (nomor 13, 14, atau 15). Ciri-ciri penderita berkepala kecil, mata kecil, sumbing celah langit-langit, tuli, polidaktili, mempunyai kelainan otak, jantung, ginjal dan usus serta pertumbuhan mentalnya terbelakang, biasanya meninggal pada usia kurang dari 1 tahun (Azmi Elvita dkk).

KELAINAN DAN PENYAKIT KARENA TAUTAN SEKS (SEX-LINKED)

  • Dalam tautan seks (sex-linked), penyakit ressesif tertentu berhubungan dengan gen dalam kromosom sex: Pertama, penyakit yang tertaut kromosom X yang dibawa seorang ibu, pada umumnya terjadi pada anak laki-laki, karena bagi anak perempuan, gen dominan normal dari kromosom X ayah biasanya menolak gen cacat dari kromosom X ibu, sedangkan laki-laki lebih mudah terserang karena tidak ada perlawanan dari gen dominan kromosom Y ayah. Misalkan: penyakit Hemophilia, disebabkan karena tiadanya protein tertentu yang diperlukan untuk penggumpalan darah (pembekuan darah ketika terluka) atau kalaupun ada kadarnya rendah sekali; Buta warna, penderita tidak dapat membedakan warna hijau dan merah, atau bahkan semua warna (Papalia & Old); Distrofi otot, terjadi karena tiadanya satu protein otot (distrofin) ditandai dengan melemahnya otot-otot dan hilangnya koordinasi; Sindrom fragile X, bagian kromosom X yang mengalami konstriksi (pelekukan) dibagian ujung lengan kromosom yang panjang ditandai oleh keterbelakangan mental.
  • Kedua, penyakit yang tertaut kromosom Y, artinya kelainan hanya terjadi pada laki-laki. Misakan: Hypertrichosis, tumbuhnya rambut pada bagian tertentu ditepi dan telinga; Weebed toes, tumbuhnya kulit diantara tangan atau kaki mirip dengan kaki katak atau burung air; Hystrixgravier, tumbuhnya rambut panjang dan kaku dipermukaan tubuh sehingga terlihat menyerupai hewan landak yang tubuhnya berduri (Azmi Elvita dkk).

TEST DAN KONSELING GENETIK

  • Test dan konseling genetik bisa membantu calon orangtua untuk memperkirakan resiko kelahiran karena pengaruh genetik atau kromosom. Pasangan yang sudah siap memiliki anak dengan kemungkinan memiliki genetik; yang keluarganya memiliki kelainan dan penyakit turunan –terkena atau dicurigai, atau datang dari komunitas yang berisiko menurunkan kelainan gen bisa mendapatkan informasi tentang kemungkinan mereka mewarisinya ke anak-anak.
  • Konselor genetik akan menelusuri sejarah keluarga, mengetes fisik calon orangtua dan beberapa anak-anak biologis mereka, dan melakukan tes laboratorium dari darah, kulit, urine, atau sidik jari yang diperlukan. Kromosom dari jaringan tubuh dianalisa dan difoto, diperbesar dan disesuaikan dengan ukuran dan struktur pada grafik yang disebut karyotype. Grafik ini bisa memperlihatkan kelainan kromosom dan menunjukkan  seseorang yang terlihat normal mungkin bisa menurunkan kelainan genetik ke anak. Konselor mencoba membantu klien untuk memahami resikonya, menjelaskan implikasinya, dan memberikan informasi terbaru untuk mengatasinya.
  • Ahli genetik telah memberikan kontribusi besar dalam rangka menghindari penyakit bawaan. Misalkan, semenjak banyak pasangan Yahudi dites gen Tay-Sachs, penyakit tersebut telah berkurang. Begitu juga, pemeriksaan dan konseling para perempuan berusia produktif dari negara Mediterrania, dimana terdapat penyakit beta thalassemia, telah mengurangi kelahiran bayi yang terkena dan memberikan pengetahuan resikonya bagi carrier.
  • Saat ini, para peneliti mengidentifikasi gen-gen yang berkontribusi pada berbagai kelainan dan penyakit serius, sebagaimana gen-gen yang mempengaruhi sifat-sifat normal. Usaha mereka kemungkinan menjadikan test genetik meluas kepada profil genetik yang terlihat –prospek yang memberikan keuntungan.

Interaksi Hereditas dan Lingkungan

Interaksi

Pengaruh timbal-balik; saling mempengaruhi satu sama lain (kamus Ilmiah Popular, Windy Novia, 2008).

Lingkungan (Environment)

Totalitas pengaruh bukan bawaan, atau pengalaman pada perkembangan.

Berbagai Lingkungan Perkembangan

  1. Keluarga Inti, sebuah unit kekeluargaan, ekonomi, dan rumah tangga dua generasi yang terdiri atas satu atau dua orang tua dan anak-anak kandungnya, anak-anak tiri, serta anak-anak tirinya.
  2. Budaya, keseluruhan cara hidup sebuah masyarakat atau kelompok termasuk adat istiadat, tradisi, keyakinan, nilai, bahasa, dan produk-produk fisik –semua prilaku yang dipelajari dan diturunkan oleh orangtua kepada anak-anak.
  3. Kelompok etnis, sebuah kelompok yang dipersatukan oleh budaya, leluhur, agama, bahasa, atau asal-usul suku bangsa, yang memberikan kontribusi pada sebuah pemahaman identitas yang dibagi bersama.
  4. Ras dan kesukuan, sebuah generalisasi berlebihan yang mengaburkan perbedaan-perbedaan budaya dalam satu kelompok.

Genetika perilaku

Genetika perilaku adalah bidang yang mencoba menemukan pengaruh hereditas dan lingkungan pada perbedaan individual dalam sifat dan perkembangan manusia (Eaves & Silberg, 2003; Maxson, 2003; knafo, Lervolino & Plomin, 2005; Kuo dkk, 2004). Untuk mengetahui pengaruh hereditas pada perilaku, ahli genetika perilaku sering menggunakan dua macam studi yaitu:

Studi kembar, sebuah studi dimana kemiripan tingkah laku kembar identik dibandingkan dengan kemiripan perilaku pada kembar fraternal.

  1. Kembar identik (monozigotik), berkembang dari sebuah sel telur yang dibuahi     membelah menjadi dua replika yang identik secara genetik, masing-masing menjadi satu orang.
  2. Kembar fraternal (dizigotik), berkembang dari sel telur dan sperma yang terpisah, membuat mereka secara genetik tidak lebih mirip daripada saudara kandung biasa.

Studi Adopsi, studi yang mencoba menemukan apakah karakteristik perilaku dan psikologis dari anak adopsi lebih seperti orang tua adopsi mereka.

Korelasi Hereditas-Lingkungan

  1. Korelasi genotip pasif-lingkungan, terjadi karena orang tua biologis, yang secara genetik berhubungan dengan si anak, memberikan lingkungan yang mendidik bagi anak. Sebagai contoh, orang tua dapat memiliki kecendrungan genetik untuk menjadi cerdas dan terampil.
  2. Korelasi genotip evokatif-lingkungan, terjadi karena karakteristik anak merangsang jenis-jenis lingkungan tertentu. Contohnya, anak yang aktif dan selalu tersenyum mendapat rangsangan sosial lebih banyak daripada anak yang pasif dan pendiam.
  3. Korelasi genotip-lingkungan aktif (niche-picking), terjadi ketika anak memilih lingkungan yang ada mereka pikir sesuai dan memberi rangsangan. Contohnya, anak yang pandai bergaul cenderung memilih konteks sosial di mana mereka dapat berinteraksi dengan orang-orang, sedangkan anak yang pemalu tidak demikian.

Pengalaman Lingkungan yang Terbagi dan Tidak Terbagi

  1. Pengalaman lingkungan yang terbagi (shared environment) adalah pengalaman saudara kandung yang umum, seperti kepribadian atau orientasi intelektual orang tua mereka, status sosial-ekonomi; keluarga, dan lingkungan di mana mereka tinggal.
  2. Pengalaman lingkungan yang tidak terbagi (non-shared environment) merupakan pengalaman unik anak, baik di dalam maupun di luar keluarga, yang tidak dibagi dengan saudara kandung. Contoh, orang tua sering berinteraksi secara berbeda dengan setiap saudara kandung, dan setiap saudara kandung berinteraksi secara berbeda dengan orang tua (Hetherington, Reiss, & Plomin, 1994).

Pandangan Epigenetik

Pandangan epigenetik menyatakan bahwa perkembangan merupakan akibat dari perubahan dua arah yang terus menerus antara hereditas-lingkungan. Contoh, seorang bayi mewarisi gen dari kedua orang tua pada saat pembuahan. Selama perkembangan pra kelahiran, toksin, makanan, dan stress dapat mempengaruhi beberapa gen untuk berhenti berfungsi sedangkan yang lain menjadi lebih kuat atau lebih lemah. Selama masa bayi, pengalaman lingkungan seperti toksin, makanan, stress, pembelajaran, dan dukungan terus memperbarui aktivitas ganetik.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Hereditas dan lingkungan bekerja sama atau berkolaborasi untuk menghasilkan intelegensi, watak, tinggi badan, berat badan, kemampuan memukul bola, kemampuan membaca, dan lain-lain (Coll, Bearer, & Lerner, 2004; Gottlieb, 2004; Gottlieb, Wahlsten, & Lickliter, 1998, 2006; Mc Clearn, 2004). Serta kontribusi relatif dari hereditas dan lingkungan tidak menambahkan apapun, Artinya, dapat dikatakan bahwa sekian persen faktor bawaan dan sekian persen pengalaman membentuk siapa diri kita saat ini.

PERKEMBANGAN PRENATAL

Pertumbuhan dan perkembangan janin adalah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa menakjubkan. Berawal dari bersatunya sel sperma dan sel telur, dimulailah perjalanan kehidupan dari suatu pribadi yang unik, tak ada duanya. Nafas kehidupan langsung ditiupkan oleh Sang Pencipta begitu pembuahan terjadi.

Kita memang tak dapat menyaksikan langsung bagaimana si buah hati tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibunya. Namun kami ak an menjelaskan secara rinci perkembangan janin pada masa prenatal selama Sembilan bulan.

BULAN PERTAMA

Dalam waktu satu minggu, kedua sel pertama dari makhluk hidup yang baru ini tumbuh dengan terus-menerus menjadi lebih dari seratus sel. Keduanya masih lebih kecil daripada sebuah titik dan masih tetap diselimuti oleh  membrana pellucida, yang masih sama dengan yang melindungi telur, hanya sedikit diperenggang. Selama tiga atau empat hari  pertama kelompok sel itu mengapung perlahan-lahan melalui tuba menuju rahim. Kira-kira pada hari keempat kelompok sel itu sampai di uterus atau rahim. Di situ ia terus mengapung-apung dua atau tiga hari lamanya. Kemudian, menjelang akhir minggu pertama, gugus itu melekatkan diri pada dinding dalam rahim dan tetap tinggal disana sampai hari kelahiran.

Rahim dipersiapkan baik-baik untuk menyambut kelompok sel itu. Dalam rongga yang sebesar topi jari atau bbidal, ia menyimpan suatu cairan yang mengandung banyak zat gula dan garam. Kelompok sel yang berenang dengan bebas, mengambil makanan dari cairan itu. Selain itu, ia juga dilindungi oleh cairan terhadap kerusakan.. bilamana kelompok sel yang mengapung-apung itu sudah matang untuk ditanam, perlengkapan rahim pun sudah cukup dipersiapkan, sehingga dapat menjadi alas yang subur. Di sinilah letak tugas siklus menstruasi. Pada setiap siklus atau daur haid ini secara teratur selaput lendir diperbaharui. Siklus itu selalu mulai sesudah menstruasi dengan memperbaharui lapis dalam dari rahim. Lapis yang sebelumnya dikeluarkan dulu dan suatu lapisan tebal bagaikan karet busa diciptakan lagi. Lapis ini merupakan sarang sangat baik ntuk kelompok sel, yang harus ditanamkan. Jaringan yang diperbaharui ini pun merupakan sumber darah yang kaya, yang sangat dibutuhkan oleh embrio yang sedang tumbuh. Jika dalam waktu sebulan tidak terjadi pembuahan, siklus berakhir dengan menstruasi, yaitu pembongkaran dan lepasnya jaringan yang dibangun ittu. Ada yang menyebut kejadian ini sebagai tangisan rahim yang merasa kecewa. Jika rahim itu tidak dikecewakan, menstruasi tidak terjadi karena suatu perubahan hormonal sang ibu. Lalu jaringan yang kaya makanan itu berkembang terus-menerus selama seluruh masa kehamilan, demikian menjamin keperluan hidup sang bayi dengan sebaik-baiknya.

Saat kelompok sel yang berumur empat hari tiba dalaam rahim, ia terdiri atas k.l. tiga lusin sel. Sel itu mengumpul berdempetan dan dalam bahasa ahli yang disebut morula. Selama  morula mengapung di cairan rahim, tiga lusin selnya memperbanyak diri menjadi k.l. seratus limapuluh sel yang berbeda-beda. Waktu proses ini berlangsung, dalam inti buah be saran itu terbentuklah semacam ruang kosong. Maka, sekelompok sel itu disebut blast cyst. Pada hari keenam atau ketujuh globing ini menetap dan bersarang pada dinding dalam uterus, yang rupanya seperti bunga karang atau selapis karet busa, mungkin karena sekarang telah dibutuhkan sumber makan baru. bias Anya blast cyst memilih suatu tempat di lengkungan atas. Kejadian yang sangat penting ini disebut nidasi atau implantasi, maksudnya penyarangan atau penanaman. Selama proses nidasi ini, beberapa  pembuluh yang sangat halus dalam jaringan sel sang ibu, dibuka. Sisa jaringan yang rusak atau tetes darah kecil yang keluar, merupakan makanan untuk sel-sel yang sedang tumbuh. Sel-sel ini menghisap makanan untuk sel-sel yang sedang tumbuh. Sel-sel ini menghisap zat makanan dengan cara sama seperti tumbuh-tumbuhan menyerap makanan dari tanah lembab. Ternate blast cyst amnesia ini pun dengan segera mengeluarkan semacam jaringan akar yang halus sekali, yang disebut villi. Guna akar-akar ini selain untuk menerima zat makanan, juga supaya gugusan sel ini dapat mengikatkan diri dengan kokoh pada dinding uterus. Menjelang akhir minggu pertama jaringan tersebut mulai sembuh sambil menutupi glembung yang telah masuk itu dalam sebuah kapsul, yang terdiri dari kelompok banyak sel. Dengan demikian, perlindunngan ditambah. Di dalam dinding itu berlangsunglah sekarang suatu metamorfose.

Dalam minggu kedua sel-sel membranous sebuah perisai embrio dan  sebuah kantong di atasnya. Perisai itu mempunyai jaringan persiapan untuk tubuh seluruhnya, hampir seluruh bagian ujungnya yang lebar adalah bagian yang akan menjadi otak.

Dalam minggu ketiga badan berkembang. Panjangnya sepersepuluh inci, jantung mulai berdenyut, otak terdiri dari dua bagian, jaringan syarat tulang punggung dalam taraf permulaan dibatasi oleh bakal tulang punggung dan ruas-ruas otot.

Dalam minggu ke empat tingginya hampir mencapai 6 mili. Ia telah mempunyai kepala, tubuh dan kuncup-kuncup tangan. Kantong air tumbuh bersama embrio. Kantong kuningan telur yang tidak berfungsi itu segera mengecil, tetapi tetap ada sampai hari kelahiran sebagai jaringan sel yang tak berguna.

BULAN KEDUA

Dalam tiga minggu pertama bulan kedua embrio yang primitif itu berubah menjadi seorang bayi kecil yang sudah terbentuk baik. Dalam minggu ke tujuh ia telah memperlihatkan bentuk tubuhnya dan semua organ dari bakal orang dewasa, walaupun panjangnya hanya dua senti, beratnya satu gram. Ia mempunyai wajah manusia dengan mata, telinga, hidung, dan lidah, bahkan di rahangnya sudah terdapat kuntum-kuntum gigi sulung. Tubuhnya telah mmenjadi padat, diberi bantal otot dan terlapis dalam sehelai kulit amat halus. Lengannya yang hanya sebesar sebuah tanda seru, mempunyai tangan serta jari-jari dan ibu jari. Kaki yang tumbuh lebih perlahan-lahan sudah mempunyai lutut, tapak kaki dan jari kaki panjangnya dapat dibedakan dengan cukup jelas.

Badan kecil itu bukan hanya ada, tetapi juga bekerja. Otak secara garis besar

Sudah mirip otak dewasa, menyiarkan rang sang-rang sang yang mengkoordinasikan kegiatan alat-alat tubuh lain. Jantung berdenyut dengan kuat. Perut telah menghasilkan sedikit getah lambing. Hati membentuk sel-sel darah, dan buah pinggang mengeluarkan sedikit asam kencing dari darah. Otot pada lengan dan badan sudah dapat digerakkan sedikit.

Jika embrio telah mencapai tingkat perkembangan ini tanpa kerusakan dan kekurangan, terciptalah syarat baik untuk peerkembangan seterusnya. Pada hakekatnya tubuh ini hanya megabit ukuran dan kesanggupan alat-alatnya untuk befogs secara baik sampai ia mencapai umur duapuluh lima atau duapuluh tujuh tahun.

Kepekaan sel-sel yang sedang berkembang, mungkin membawa pula suatu keuntungan biologis yang besar. Kepekaan ini memungkinkan semua sel dapat bereaksi terhadap petunjuk-petunjuk gen dan sel lain. Efektivitas sistem pemberitahuan ini dengan sangat baik dapat dilihat pada perkembangan telinga, tangan dan kaki. Kedua telinga berkembang secara sejajar dan teratur. Sama halnya dengan kedua tangan dan kaki. Selain itu, setiap embrio mempunyai telinga, tangan dan kaki, yang khas sesuai dengan keistimewaan pribadi dan keluarganya. Dalam minggu ketujuh ada beebread embrio yang telinganya lebih besar daripada embrio yang lain, ada bebera pa lagi yang mempunyai cuping telinga yang sangat monomial, dan ada juga yang hampir tanpa cuping telinga. Tangan dan kaki memperlihatkan ciri-ciri pribadi yang khas terutama pada garis-garis kulit telapak tangan dan kaki. Sesudah bulan kedua pola garis tangan dan kaki telah dicetak tetap, tak berubah lagi.

menu rut data Penang Galan perkembangan embrio setiap hari tumbuh satu milimeter. Ak an tetapi badannya tidak tumbuh secara serentak dan merata, pelbagai bagian bertumbuh pada pelbagai jangka waktu. Pada hari ketigapuluh disamping batang badan muncullah kuntum lengan seperti benjolan kecil-kecil yang bundar. Kira-kira pada hari ketigapuluh satu kuntum-kuntum lengan itu mulai memperllihatkan bagian tangan, lengan dan bahu. Sedang kira-kira pada hari ketigapuluh tiga pada bagian tangan sudah dapat dibedakan bentuk jari-jari. Pada hari itu pula mata untuk per tama kalinya Kalimantan gelap warnanya, karena di selaput jala atau retina sedang terbentuk pigmen. Pada hari ini otak seperempat kali lebih besar daripada dua hari sebelumnya. Sepuluh hari kemudian telah terlihat struktur kommpleks dari otak yang sudah dibentuk dengan lengkap walaupun masih kecil sekali. Pada hari ketigapuluh tiga juga, lubing hidung yang agak berjauhan letaknya, piggery bertonjolan dan kemudian berkembang menjadi hidung dan rahang atas. Empat hari kemudian yaitu hari ketigapuluhtujuh, muncullah ujung hidung. Kedua lubing hidung sudah saling berdekatan dan sekarang terdapatlah sebuah hidung lengkap dengan dua jalan udara terpisah. Pada hari ini juga bagian dalam dari telinga dilengkapi pula. Kelopak mata baru saja mulai berkembang sebagai daun mengelilingi pinggir matta. Seminggu kemudian kelopak mata sudah cukup besar, sehingga hampir menutupi anak mata. Hal ini terjadi pada hari keempatpuluh empat. Embrio sekarang telah mempunyai rahang atas dan bawah yang lengkap dari sebuah lidah dan kuntum-kuntum per tama dari keduapuluh gigi sulung, yang terletak di dalam gusi.

Kini embrio itu bukan lagi makhluk yang hampir tak gerenuk seperti pada bulan per tama. Dalam minggu keenam telah terdapat pokok kerangka tulang tubuh yang lengkap. Kerangka itu masih belum terdiri atas tulang, Melainkan seperti ujungg hidung orang dewasa, yaitu tulang rawan. Antara hari keempatpuluh enam dan keempatpuluh delapan tulang rawan itu diganti dengan sel-sel per tama tulang sesungguhnya, selalu dimulai dari kedua tulang  lengan bagian atas.

Munculnya sel-sel tulang yang per tama ini menunjukkan berakhirnya masa embryonic. Kriterium ini dipilih oleh ahli embriologi, karena permulaan pembentukkan tulang terjadi bersamaan dengan penyelesaian tubuh. Pembangunan struktur ini diikuti perkembangan fungsi-fungsi. Jika pada akhir bulan kedua embrio sudah menjadi fetus sebenarnya ia sudah boleh disebut bayi.

BULAN KETIGA

Dalam bulan ketiga bayi sudah agak giat, walaupun beratnya hanya sekitar 30 gram, dan masih begitu kecil sehingga ia dapat bergerak dengan mudah di dalam sebutir telur angsa. Pada akhir bulan ia sudah sanggup mendorongg-dorong dengan kakinya, memutar-mutar telapak kakinya, membengkok dan merentangkan jari-jarinya, membuat tinju, menggerakkan jempol, membengkokkan sendi tangan, mengerutkan Dhi, membuka mulut dan mengatupkan bibir. Ia belum dapat menceratkan bibirnya untuk mengisap, tetapi sudah sanggup menelan dan memang ia sering menelan. Sejak sekarang sampai saat kelahirannya ia menelan air ketuban agak banyak. Bahkan dia sudah dapat bernafas. Jauh sebelum pusat pengawasan pernafasan dan jaringan paru-paru siap untuk menghirup dan melepaskan udara, sang bayi sudah mulai untuk menarik dan melepaskan nafas. Demikianlah, air ketuban lewat melalui paru-paru (menghisap cairan ini penting untuk perkembangan teratur globing-globing paru-paru). Tetapi, sang bayi tidak tersedak seperti orang dewasa yang tenggelam, yang pasti akin terjadi seandainya ia menghirup cairan yang sama sesudah kelahirannya. Sebab, ia sekarang belum tergantung dari masuknya persediaan udara. Zat asam yang diperlukan disediakan melalui tali pusat yang berhubungan dengan ibunya.

Dua syarat asasi untuk bergerak adalah otot dan syaraf. Dalam minggu keenam dan ketujuh saraf dan otot mulai bekerjasama. Daerah bibir terlebih dahulu dapat merasa sentuhan. Jika diusap dengan hati-hati, embrio beraksi dengan membungkukkan badannya ke samping dan embrio bereaksi membuat suatu gerak cepat ke belakang. Hal ini disebut reaksi total, karena seluruh badan bereaksi, bukan hanya bagian yang disentuh. Reaksi setempat dan terbatas seperti menelan sesudah bibir disentuh, baru mulai dalam bulan ketiga.

Dalam minggu kesembilan dan kesepuluh kemampuan sang bayi maju pesat. Hal ini terjadi karena selama dua minggu ini humbugging saraf-otot tiga kali dilipatgandakan. Jika sekarang dahi sang bayidisentuh, ia dapat memalingkan kepalanya ke samping, mengangkat alisnya dan mengerutkan siku-siku dan sendi tangannya secara bebas.

Minggu keduabelas membawa sederetan keterampilan baru, sang bayi kini dapat menggerakkan jemppolnya berlawanan dengan jari-jari lainnya. Ia belajar pula menelan. Dia juga sanggup mengangkat sedikit bibir atasnya, seakan-akin tersenyum, tapi sebenarnya hanya tingkat pendahuluan refleks menghisap.

Pada akhir minggu keduabelas, sang bayi telah mencapai suatu tingkat penting dalam perkembangannya. Dan inilah suatu tingkat perkembangan yang penting, karena mulai sekarang sifat reaksi-reaksinya berubah.

Menjelang akhir bulan ketiga setiap bayi memperlihatkan suatu tingkah laku yang sangat pribadi. Hal ini disebabkan karena struktur otot pada setiap bayi berlainan.

Bulan ketiga membawa penyempurnaan yang penting karena pada ujung jari timbulah pangkal-pangkal kuku dan tidak lama kemudian dilengkapi dengan kuku-kuku kecil. Wajah sang bayi menjadi lebih cantik. Matanya yang pada permulaan agak jauh letaknya satu sama lain, kini mendekati hidung.

Pada bulan ketiga ini perbedaan antara laki-laki dan preplan dapat dibedakan dengan mudah, meski perbedaan itu amattlah kecil. Pada anak preplan tumbuhlah bibir kamala yang menyelubungi tonjolan yang kelak menjadi kelentit. Pada anak laki-laki akin tetap menjadi zakar yang utuh.

BULAN KEEMPAT

Dalam bulan ke empat bayi tumbuh begitu pesat, sehingga ia mencapai setengah tingginya waktu Kalahari kelak. Dalam waktu empat minggu ini saja beratnya dilipatgandakan enam kali dan tingginya bertam bah duabelas sentimeter. Ukuraan tingginya sekarang 16 cm, tetapi walaupun beratnya begitu cepat Berta bah, beratnya kurang dari 180 gram.

Untuk pertumbuhan sehebat ini, sang bayi harus mendapat sejumlah zat hidup yang cukup besar, makanan, zat asam dan air. Semuanya ini disampaikan oleh ibunya melalui plasenta atau tembuni. Plasenta ialah alat yang meme gang seluruh konsumsi bayi sampai saat kelahirannya. Plasenta itu berakar dalam selaput lendir rahim.

Plasenta adalah suatu alat yang sanggup menjawab berbagai kebutuhan. Plasenta dapat menjalankan bermacam-macam fungsi sekaligus seperti fungsi paru-paru, buah pinggang, usus, hati dan kelenjar hormon. Dalam bulan ke empat plasenta menjadi sumber utama dari hormon yang dipergunakan baik untuk sang ibu selama kehamilan maupun untuk menghasilkan susu.disamping itu plasenta dapat menghasilkan globulin yaitu unsur darah untuk pemberantas infeksi.

Bayi berhubungan dengan plasenta  melalui tali pusat. Seluruh tubuhnya berfungsi sebagai suatu sistem tertutup yaitu ia mempunyai peredaran darah tersendiri dan jantung tersendiri yang pada bulan keempat memompa kira-kira 30 liter sehari. Tali pusat itu berasal dari embrio. Ia berasal dari pusat bayi dan tumbuh bersama dengannya, dimana cairan sebanyak hampir 350 liter perhari melalui tali pusat ini dan mengalir dalam sebuah pita pembuluh yang terletak di dalam tali pusat. Pembuluh-pembuluh itu disimpan dalam suatu zat semacam agar-agar yang memenuhi tali pusat itu. Zat itu disebut agar-agar Wharton. Warnanya biru kehijauhijauan dan Kalimantan melallui kulit kuning tali pusat. Dalam tali pusat darah yang sudah terpakai dijauhkan dari bayi melalui dua urat nadI. urat nadI itu membawa darah ke plasenta, tempat beribu-ribu pembuluh yang ber cabang-cabang darah kembali ke tali pusat. Jalan kembali ke bayi melalui sebatang pembuluh yang masuk tubuh di pusat dan  mengedarkan darah segar dalam tubuh sang bayi.

Darah ibu dan bayi terpisah. Darah ibu tidak pernah masuk tali pusat, namun zat makanan untuk bayi hanya berasal dari ibu. Ia sanggup memelihara bayi dan diri sendiri.

BULAN KELIMA

Dalam bulan kelima panjang bayi mencapai duapuluh lima sentimeter, berattnya hampir setengah kilo. Besarnya Berta bah k.l. lima senti dan beratnya Berta bah tigaratus gram. Dalam bulan ini rambut kepala,  alis dan bulu mata mulai muncul. Bahkan satu bulan kemudian rambut kepala sudah dapat lengkap tumbuh penuh. Kini pada dada putra maupun putrid berkembanglah puting pucat warnanya dengan kelenjar dan saluran susu. Kerongkongan makin lama makin keras. Di ujung jari tangan dan beebread waktu kemudian juga pada jari kaki timbullah kuku yang kuat.

Dalam bulan kelima denyut jantung menjadi lebih kuat dan dapat Ter dengar pada lam bung ibu. Dengan memakai stetoskop kedengeran jelas sekali. Kalau ada bayi kembar, dokter dapat mendengar suara kedua jantung. Otot bayi kini semakin kuat dan karena bayi sudah menjadi lebih besar, gerak-geriknya sekarang mulai terasa oleh ibu. biasanya menjelang akhir bulan keempat atau permulaan bulan kelima, untuk per tama kalinya ibu merasakan gerakan bayinya. Adakalanya akan tetapi jarang sekali, gerakan bayi sudah terasa dorongan dan pemutaran. Jika ibu memperhatidisebut posisi. setiakan sungguh-sungguh, ia dapat membedakan tangan dari kaki, kepala dari pantat, dan kadang-kadang merasakan semacam ketukan, kira-kira limabelas sampai tigapuluh kali semenit. Kalau demikian bayi cegukan. Dapat terjadi bayi kena cegukan di dalam rahim seperempat malahan sampai setengah jam lamanya.

Dalam kan dungan, bayi tidur dan bangun hampir sama seperti bayi yang baru dilahirkan. Jika ia tidur, ia selalu mengam bil sikap kesayangannya yang disebut posisi. Setiap bayi mempunyai posisi sendiri-sendiri. Ada yang tidur dengan dagu di dada, sedangkan yang lain mendongakkan kepala ke belakang, kadang-kadang ssejauh mungkin. Jika bayi terbangun, dia dengan bebas dapat bergerak dalam cairan, dia berpaling ke samping dan sekali-sekali jungkir balik. Pada umur ini kepalanya kadang terletak diatas, kadang dibawah. Kebiasaan ini tetap dipegang sampai bulan kesembilan, tetapi dalam bulan ini ia tidak dapat lagi bergerak begitu bebas.Kadang-kadang sang bayi terbangun karena kehebohan di luar. Dapat terjadi seumpama kalau ibu sedang mandi, bunyi gayung yang jauh membangunkannya, musik yang keras atau bunyi mesin dapat juga membangunkannya.

BULAN KEENAM

Dalam bulan keenam tinggi bayi Bertambah dengan lima senti lagi, sehingga menjadi tigapuluh senti. Sekarang terbentuk pula sedikit lemak dibawah kulit dan berat bayi mencapai delapanratus gram. Dalam bulan ini kuntum-kuntum gigi mulai berkembang  di langit mulut, di belakang gigi sulung. Kini kelopak mata dapat juga bergerak dan bayi dapat membuka dan menutup matanya dan melirik keatas kebawah dan kesamping. Pegangannya menjadi sedemikian kuat sehingga ia sanggupp mengangkat berat tubuhnya sendiri. Sangat penting seandainya terjadi ke lahiran dini, bahwa sang bayi dalam bulan keenam sudah sanggup mengadakan pernafasan teratur kira-kira duapuluh empat jam lamanya. Ia mungkin dapat hidup terus dalam conveuse atau alat pengeram. Beberapa kali telah terjadi bayi yang hanya berumur duapuluh tiga atau duapuluh empat minggu dan dengan berat setengah kilo dapat diselamatkan. Akin tetapi bias Anya fungsi bernafas dan pencernaan kurang terbentuk untuk dapat menunaikan tugas sepenuhnya.

Jika bayi dilahirkan begitu dini, ia masih sangat kecil dan kelahirannya mudah. Sering dalamm keadaan itu ia masih diselimuti amnion. Amnion atau ketuban itu kuat dan sedikit kenyal. Dindingnyaa bening dan kira-kira sekuat kertas ini. Warna amnion itu keperak-perakan merupakan sehelai jaringan hidup dan terdiri atas sel kulit satu lapis saja. Bila bayi tumbuh, amnion itu menambah sel-selnya dan ikut tumbuh. Amnion adalah gelem bung ter tutup dilengkapi dengan lubing menahan air tempat tali pusat masuk.

Walaupun amnion itu menahan air dan juga cairan yang ada tak dapat meresap keluar, cairan amnion atau air ketuban bukan air yang menggenang. Sebaliknya setiap jam sepertiga volume diambil dan diganti. Setiap hari ditukar berliter-liter. Darimana datangnya cairan itu, dan kemana perginya. Kami belum mempunyai jawa ban yang lengkap. Mungkin sekali sumber utama persediaan cairan itu adalah paru-paru dan ginjal sang bayi. Memang jaringan paru-paru dan ginjal bias anya menghasilkan secular cairan yang agak besar. Sumber kedua adalah amnion itu sendiri. Sel-sel hidup dari kulit ini juga menghasilkan cairan. Lalu, ada molekul-molekul air, garam dan gula dari rahim yang melalui kulit amnion masuk dalam glembung itu. Bagaimana cairan ini keluar, belum terang. Kemungkinan besar diambil dan dipakai oleh bayi sendiri. Dalam bulan kelima glembung mengandung cairan kira-kira sedikit lebih dari satu liter. Sampai bulan ketujuh banyaknya tetap agak sama. Kemudian berkurang sampai k.l. separuhnya dan dengan demikian sang bayi yang sudah menjadi lebih besar, diberi ruang yang lebih leluassa. Banyaknya cairan sampai ke lahiran tetap sama.

Peranan air amnion ini dimengerti dari sudut evolusi para makhluk hidup. Dalam air berlangsunglah per alihan dari laut ke tanah untuk makhluk hidup yang lebih tinggi jumlahnya. Pada permulaan, air amnion itu melindungi embrio yang halus dan lemah itu, kemudian dia menahan tekanan dari luar dan melindungi bayi, dan menjaga supaya suhu badan agak sama. Bayi seakan-akin mengapung dalam air ketuban, sehingga ia tak ada beratnya dan dengan mudah dapat bergerak. Kini ia dapat berguling-guling, hal yang baru mungkin dilakukan lagi dalam ayunan beebread bulann sesudah kelahirannya. Ak an tetapi tinggalnya yang lama di dalam cairan dapat merusak kulit bayi. Oleh karena itu, sang bayi dilindungi oleh suatu salep kental keputihan yang dihasilkan oleh kulitnya sendiri bagaikan selapis lemak ekstra. Salep ini disebut vernix.

BULAN KETUJUH

Pada bulan ketujuh rambut kepala selesai tumbuh dan bulu lanugo(tumbuh dise luruh rambut dan tubuh bayi) untuk sebagian besar sudah rontok. Sang baayi sekarang belajar menghisap dan sudah pandai menghisap ibu jarinya. Ada bayi yang lahir dengan ibu jari yang kapalan, sebagai akibat dari menghisapnya waktu masih dalam kan dungan.

Saraf-saraf otak terus berkembang dimana janin sudah gemlike kesadaran dan kemampuan meningkat. Kulit janin semakin mulus dan tak terlalu Keri put lagi karena makin bertambahnya lemak. Pertambahan lemak ini juga menyebabkan cepatnya kenaikan bobot janin yang mencapai 1,36-1,4 kg di bulan ini. Janinpun tampak lebih bulat. Sementara panjang  dari puncak kepala hingga bokong mencapai 27 cm, atau panjang dari kepala sampai ib jari sekitar 43 cm.

BULAN KEDELAPAN

Bulan kedelapan bayi Bertambah se kurang-ku rangnya satu kilo, terutama karena terbentuk selapis lemak pelindung, yang harus memelihara badan agar tetap hangat sesudah . Jika kan dungan selama waktu ini ibu makan  terlampau banyak, sang bayi dapat pula menjadi terlalu gemuk. Tetapi, kalau pertumbuhan berat berlangsung normal, sang bayi pada akhir bulan ini memenuhi rahim sampai penuh, sehingga ia hanya bergerak dengan berpaling kesamping, tidak dapat lagi ber koprol. Mungkin kini ia megabit sikap tenang dengan kepalanya ke bawah. Demmikian halnya dengan kebanyakan bayi, karena kepala menjadi bagian tubuh terberat dan paling cocok bila terletak di bagiaan bawah dari rahim.

BULAN KESEMBILAN

Dalam bulan kesembilan ruangan yang tersedia menjadi lebih sempit lagi. Jika bayi bergerak, gerak geriknya itu Kalimantan di lambing ibu sebelah luar. Tidak mustahil bahwa ddengan satu sepakan kakinya di dalam Kaduna bayi hampir dapat menjatuhkan sebuah buku dari pangkuan ibunya.

Jika ibu tidak mempunyai persediaan secukupnya untuk memuaskan berbagai kebutuhan bayi yang semakin Berta bah, hal ini dapat menyebabkan ke lahiran dini. Anak kembar sering dilahirkan dini ak an tetapi hal ini mungkin disembarking karena kekurangan ruang, sehingga rahim mengalami pregnant yang lebih daribiasa. Jika rahim tidak dapat lagi meregangkan diri bayi dilahirkan.

Dalam bulan kesembilan sang bayi sudah dapat mempertahankan kehidupannya, karena dalam tiga bulan terakhir, ibunya sudah meneruskan banyak zat pelindung kepadanya. Dari darah ibu sang bayi menerima banyak zat putih telur membranes penyakit-penyakit, yang disebut anti bodi. Dalam tubuhnya sang ibu sudah membentuk anti bodi melawan beebread penyakit yang sudah pernah dideritanya, sehingga ia menjadi kebal terhadap penyakit. Bayi menerima suatu zat tambahanyang sangat baik untuk melawan penyakit. Kami maksudkan gamma globulin, yang untuk sebagian dihasilkan oleh ibu. Akin tetapi, bagian terbesar dibentuk oleh plasenta dan deerskin kepada ibu dan bayi. Gamma globulin itu membantu ibu supaya dalam tiga bulan terakhir kehamilannya dapat memberantas penyakit-penyakit dengan lebih baik.

Dalam bulan terakhir konsentrasi antibodi dan gamma globulin itu dalam darah bayi se kurang-ku rangnya sama kuat seperti dalam darah ibu. Alam telah menyiapkan ke lahiran. Ibu merasa tenang bila rahim yang diperenggang, turun kira-kira lima senti dalam tubuhnya. Pada saat ini bagian depan bayi masuk dalam pintu atas panggul. Sejak sekarang ini kepala atau bokong bayi terletak kuat-kuat di tempat masuk terowongan tulang, jalan yang harus distemper bayi. Dia sekarang betel-betel terjepit.

Pertumbuhan bayi bias Anya berhentti pada hari keduaratus enam  puluh sampai kira-kira satu minggu sebelum Kalahari. Mungkin karena plasenta sudah menjadi tua dan kehilangan kemampuannya. Karena plasenta merosot, rumahtangga hormon Ibu berubah, dan demikian mulailah sakit ingin  melahirkan. Mekanisme ini sedemikian tepat sehingga 75 persen semua bayi dilahirkan antara hari keduaratus enam puluh satu dan keduaratus tujuhpuluh satu. Jumlah hari-hari ini sedikit dibandingkan dengan banyak dan besarnya perubahan, jika dinyattakan dengan angka, hal ini tak akin mampu dibayangkan. Sampai Kalahari, dari satu sel tunggal telah terjadi duaratus juta sel dengan berat enam bilion kali berat telur yang dibuahi. Walaupun pesatnya pertumbuhan bayi yang pada permulaan sangat tinggi, mundur menjelang saat Kalahari, namun seandainya bayi hanya tumbuh terus deengan kecepatan tiga bulan terakhir ini,  ia pada hari ulang thorny yang per tama akin mencapai berat badan tujuhpuluh dua setengah kilo, dan pada umur duapuluh tahunlipat berjuta-juta kali berat  bumi. Syukurlah berat badan manusia mulai kelahiraanya sampai umur dewasa hanya Berta bah duapuluh kali lipat.

MASA KELAHIRAN

Pada kelahir an kebutuhan-kebutuhan bayi secara ajaib berlangsung serasi dengan kemampuan ibu. Segalanya berlangsung pada waktu tepat. Bayi sudah cukup matang untuk dilahirkan dan diia justru dilahirkan pada saat rahim tidak dapat diperluas lagi. Walaupun demikian bayi masih persis cukup kecil supaya dapat melewati jalan Kalahari yang sempit itu. Karena kekurangan ruang ia kurang dapat bergerak lagi dan juga tidak dapat tumbuh lagi. Pertumbuhan berhenti beebread hari sebelum ke lahiran karena makanan yang diberikan kepada bayi oleh plasenta yang sudah menjadi tua itu, berkurang. Karena plasenta yang menjadi tua dan karena reaksi otot-otot rahim terhadap perluasan yang besar itu, maka mulailah proses persalinan yang mengagumkan itu.

Jika bayi dilahirkan sesudah Sembilan bulan, beratnya yang biasa antara dua setengah sampai empat kilo.

Tahapan persalinan normal

Ke lahiran bayi dibagi dalam empat tahap atau juga disebut empat kala. Butuh waktu kira-kira 14-18 jam pada persalinan anak per tama lantaran ibu belum berpengalaman.

Kala 1 (pembukaan)

Tahapan ini menandai dimulainya proses persalinan hingga pembukaan lengkap mulut rahim. Berawal dari fase laten, yakni saat dating serangan kontraksi ringan yang hilang timbul. Dittander dengan mulas yang semakin teratur tetapi belum terlalu kuat,, disertai keluarnya lendir bercampur darah, dan adanya pembukaan mulut rahim dari 0-3 cm. dilanjutkan dengan fase aktif, yaitu pembukaannya sudah mencapai 4 cm, mulas semakin kuat, kadang disertai pecahnya selaputt ketuban, dan berakhir bila pembukaan telah mencapai 10 cm atau disebut juga pembukaan lengkap. Dari fase laten sampai pembukaan lengkap memakan waktu sangat lama, bias 10 hingga 18 jam. Kebanyakan ibu mengeluh nyeri pada punggung dan perut bagian bawah. Keluhan semakin memuncak pada akhir tahapan ini di saat kontraksi makin kuat dan mulut rahim hampir terbuka sebelumnya. Adakalanya kontraksi dimulai secara teratur, tapi berhenti di tengah proses tahapan iniehingga persalinan tak juga mengalami Karajan selama beberaapa jam,. bias Anya dokter akin melakukan akseleras persalinan yaitu suatu upaya untuk mempercepat proses ersalinan.

Kala 2 (pengeluaran bayi)

Tahapan ini dimulai saat mulut rahim sudah terbuka penuh sampai dengan pengeluaran bayi. bias anya waktunya lebih singkat   dibbandingkan dengan kala satu, kira-kira 1-2 jam untuk ke lahiran per tama, ddan lebih singkat untuk Kalahari anak berikutnya. Pada tahap ini, ibu baru boleh menngejan, Karnataka membuat ibu tak kunjung lahir. Dan ini bias menyebabkann gawat janin lantaran bayi kekurangan oxygen. Jadi mengejanlah dengan benar. Kala dua persalinan juga disebut sebagai tahap critical, Karenna semua prediksi awal persalinan bias berubah sama sekali dari perkiraan. Jika terdapat complicacy persalinan, kemungkinan akin diakhiri dengan bedah sesar. Atau bias miscount persalinan dilakukan pervaginam, tapi dokter memutuskan untuk menggunakan alat Bantu forseps/vakum.

Kala 3 (pengeluaran plasenta)

Disebut juga kala uri, dimulai dari beherapa menit setelah bayi lahir saat plasenta keluar. Tahapan ini bias berlangsung antara 15-30 menit. Setelah plasenta dikeluarkan, dokter akin memeriksanya untuk memastikan bahwa plasenta terlalu dalam tertanam pada dinding rahim membuat ibu beresiko mengalami pendarahan. Hal yang sama juga akin terjadi bila plasenta terlalu cepat keluar, karena bagian dalam rahim tertatik yang akhirnya terbalik, lalu ikut keluar.

Kala 4 (observasi pasca persalinan)

Selama 2 jam setelah plasenta keluar, kondisi ibu akin terus di pantau. Pasalnya, beragam masalah pacapersalinan bias muncul di tahapan ini, seperti robekan

Jalan lahir berdarah lagi atau kontraksi rahim berlangsung lemah tapi tidak ketahuan. Bila pendarahan berlangsung cukup hebat, kondisi ibu bias fatal.

Memang mengherankan dan ajaib sekali bahwa sang bayi sesudah kelahirannya yang berat itu begitu kerasan dalam lingkungan barunya. Baru sajaa ia dikeringkan dan dibungkus dalam selimut hangat, ia mulai terbatuk, menguap, bersin dan melihat-lihat dunia barunya. Kalau ia dibaringkan dekat dada iibu dengan segera ia mulai menghisap, bias anya dengan hasil baik. Sesudahnya kegiatannya berkurang lengan dan kakinya ditariknya ke atas megabit sikap kesayangannya dalam rahim dan dia tertidur dengan sehat dan nyenyak.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Haith M. Marshall & Miller A. Scott, Child Psychology, New York: John Wiley & Sons, Inc (1999).
  2. Papalia E. Diane & Olds Wendkos Sally, Human Development, New York: Mc-Graw Hill, (1995).
  3. Santrock John W. Perkembangan Anak (terj), jakarta (2007).
  4. Janet Whalley, RN, BSN, Kehamilan dan Persalinan.
  5. Phillip D. Sloane, Mph, Petunjuk Lengkap Kehamilan.
  6. M. Emerita S, Permata Hati
  7. G. L. Flanaga N, The First Nine Months of Live, New York (1962)
  8. Oktafandi Poernomo, Sp. Og, nakita Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu.
  9. Bahan-bahan internet:
  • Dictionary: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
  • Azmi Elvita dkk, Genetika Dasar, Faculty of Medicine of Riau (2008)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s