MENGEMBANGKAN DAN MENINGKATAKAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI

Posted: Januari 10, 2011 in Uncategorized

Setiap orang menginginkan untuk menjadi yang kreatif, dan setiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk keratif, hanya saja permasalahannya sejauh mana potensi tersebut dapat diasah pada diri manusia sehingga mereka dapat menghasilkan karya dan gagasan yang spektakuler dengan idenya yang “lain daripada yang lain”. Untuk megasah kreativitas maka dapat dimulai sejak anak usia dini. Tentunya  sebagai orangtua yang ingin anaknya kreatif maka harus memahami bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kreativitas pada anak.  Dalam hal ini, maka orang tua menjadi penting mengetahui faktor apa saja yang mendukung berkembangnya kreativitas anak dan aktivitas apa saja yang dapat meningkatkan kreativitas anak.

Faktor potensial yang mendukung berkembangnya kreatifitas anak:

Rangsangan mental

Suatu karya kreatif dapat muncul jika anak mendapatkan rangsangan mental yang mendukung. Pada aspek kognitif anak distimulasi agar mampu diberikan berbagai alternative pada setiap stimulant yang muncul. Pada aspek kepribadian anak distimulasi untuk mengembnagkan berbagai macam potensi pribadi kreatif seperti percaya diri, keberanian, ketahanan diri, dan lain sebgainya. Pada aspek suasana psikologis (psychological Athmosphere) distimulasi agar anak memiliki rasa aman, kasih sayang dan penerimaan. Menerima anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya akan membuat anak berani mencoba, berinisiatif, dan berbuat sesuatu secara spontan.

Kondisi Lingkungan

Kondisi lingkungan  di sekitar sangat berpengaruh besar dalam menumbuhkembangkan kreativitas. Kreativitas akan mati dan tidak berkembang dengan kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Ayan (1997) menemukakan beberapa kondisi lingkungan yang harus diciptakan untuk menumbuhkan jiwa kreatif, antara lain:

Pencahayaan

Cahaya merupakan salah satu sumber energy kreatif paling ampuh, bahkan cahaya matahari yang terang langsung memiliki kaitan biologis dengan tubuh dan pikiran.

Sentuhan warna

Warna memiliki aspek tertentu terhadap lingkungannya, dapat membuat kita merasa penuh energy. Sementara warna lain mempunyai efek menenangkan. Ada beberapa cara dasar penggunaan warna untuk menciptakan lingkungan kreatif. Pertama, mewarnai ruangan untuk mendapatkan perasaan yang diinginkan. Kedua, buat variasi warna sesuai dengan suasana hati dan kebutuhan yang berbeda. Ketiga, banyaknya warna dapat merangsang berbagai pikiran dan perasaan.

Seni dan Lingkungn

Istilah seni dan lingkungan berarti segala sesuatu yang terdapat didinding, rak, dan semua permukaan sekitar ruangan. Ini meliputi mulai dari poster, hiasan dinding, ukiran, foto, benda seni dan lain-lain.

Bunyi dan Musik

Musik dan bunyi memiliki dua fungsi:

- Jenis music tertentu dapat meningkatkan fungsi otak dan membantu kecepatan belajar dan daya ingat

- Mempengaruhi penataan dan suasana hati

Musik dapat membuat zona kenyamanan menuju pikiran dan perasaan baru, tepat pada bidang yang dibutuhkan agar menjadi kreatif.

Aroma

Menurut berbagai sumber bebauan atau aroma diketahui secara langsung merangsang bagian otak-sistem limbic-yang bekerja atas emosi dan ingatan prmitif.

Sentuhan

Sentuhan dapat menghadirkan kenyamanan fisik dan relaksasi, dapat mencapai ketenangan, dan untuk mendapatkan rangsangan.

Cita Rasa

Ada tiga prinsip penting dalam hal masalah gizi,

- Karbohdrat menyebabkan kantuk, dan akan mengurangi energy kreatif

- Protein meningkatkan kesiagaan, sedangkan lemak menumpulkan ketajaman mental

- Pola makan terbaik adalah yang mementingkan buah-buahan segar dan sayuran, hindari makanan yang diproses bahan sintesis, gula, tepung, kafein dan alcohol.

Ketujuh aspek lingkungan tersebut memberikan dampak diperlukannya kondisi bersih dan sehat dalam lingkungan. Penataan ruangan yang apik, tidak penuh dengan barang, dan ventilasi yang cukup, dapat mengembangkan kreativitas anak.

Peran Orang Tua

Utami Minandar (1999) menjelaskan beberapa sikap orang tua yang menunjang tumbuhnya kreativitas, antara lain :

1. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkan

2. Memberi waktu kepada anak untuk berfikir, merenung dan berkhayal

3. Membolehkan anak untuk mengambil keputusan sendiri

4. Mendorong anak untuk menjajaki dan mempertanyakan hal-hal

5. Meyakinkan anak bahwa orangtua menghargai apa yang ingin dicoba, dilakukan dan apa yang dihasilkan

6. Menunjang dan mendorong kegiatan anak

7. Menikmati keberadaannya bersama anak

8. Memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak

9. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja

10.  Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan anak.

Untuk membuat kreatif maka orangtuapun harus kreatif, Menurut Melly Kiong, sebagai penerima penghargaan MURI untuk ibu rumah tangga penulis buku pedoman parenting, menjelaskan cara kreatif mendidik anak agar anak memiliki inisiatif dalam melakukan sesuatu, pengalaman Melly Kiong sebagai orang tua dapat ditiru dalam melakukan pendidikan pada anak, antara lain:

Membangun mental berusaha

Dalam membangun mental usaha anak, dapat dicontohkan dengan beberapa kasus dibawah ini,

Contoh 1 : Anak minta dibukakan bungkus peremen

yang harus dilakukan:

- Sebagai orangtua harus mengakui jika anak belum bisa membukakan permen karena memang belum diajari

- Berikan contoh membukakan permennya sampai anak mengerti

- Setelah itu, minta anak untuk mengulangi kembali. Jangan lupa berikan pujian serta pesan bahwa setelah ini harus berusaha sendiri sebelum mereka meminta tolong kepada orang lain.

Contoh 2: Anak minta dibukakan botol minuman air mineral

Jika anak belum bisa maka sebagai orang tua mengajari dengan cara menjelaskan misalnya, “Dibagian tutup yang tertutup plastik, Dede lihat dulu ada bagian tertentu yang diberi bintik-bintik, fungsi bintik-bintik adalah untuk memudahkan kita merobeknya, sehingga kita gampang membuka plastiknya”

Nilai yang diperoleh:

- Lewat pembelajaran permen, ada pelajaran pentingnya nilai “usaha” dan tidak bergantung, dan sebagai orangtua perlu mengakui kekurangan walaupun dihadapan anak-anak, dan memposisikan situasi senyaman mungkin sehingga tercipta rasa percaya diri si anak, karena tidak selamanya anak dapat disalahkan, (orangtua tidak mengajari).

- Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk belajar mandiri dari hal yang ada disekitar, dan efeknya akan membangun mental juang anak.

Membangun mental peduli

Peduli adalah salah satu sikap mental yang wajib dimiliki oleh setiap manusia sebagai syarat untuk bisa membina hubungan yang lebih baik dengan orang sekitar, sebagia hasilnya seseorang akan lebih mudah diterima oleh lingkungannya. Kalau anak itu peduli maka dia akan berbuat baik, dan ketika seseorang baik, dimanapun dia berada akan dihargai dan akan diterima dengan baik.

Contoh : Isi Staples kecil yang berbahaya

Tempelkan ujung staples kejari, “Aduh!” Jelaskan kepada anak bahwa isi staples itu amat berbahaya, sebisa mungkin ajak anak untuk menyimpannya ditempat yang sudah disediakan atau jika ditemukan ditempat lain, bungkuslah dengan tisu atau kertas supaya tidak melukai orang.

Nilai yang diperoleh:

- Anak akan membiasakan membuang benda-benda tajam yang berbahaya kedalam kotak yang sudah tersedia

- Sesuatu yang membahayakan diri kita tentu bisa membahayakan orang lain juga, dari hal kecil oarngtua menyadarkan anak-anak untuk peduli dan berbuat baik

Contoh 2: Sisa kertas Koran

Sediakan sebuah kotak bekas (kardus) yang bertuliskan “Betapa sisa kertas ini berguna untuk orang lain”

Anak-anak akan membuang kertas yang sudah tidak terpakai kedalam kotak yang sudah disediakan, jika sudah penuh maka mereka akan memberikan kepada pemulung yang lewat didepan rumah.

Nilai yang diperoleh:

Anak-anak lebih baik diajak mempraktekkan langsung apa yang ingin diajarkan, tidak hanya sekedar orang tua katakana bahwa mereka harus berbuat baik. Dengan memberikan sisa kertas yang sudah tidak terpakaipun, anak-anak bisa merasakan bahagianya kekuatan memberi dan peduli.

Dari contoh Melly Kiong dapat diperoleh bagaimana orangtua kreatif mendidik anak, maka  dapat memunculkan inisiatif anak dan muncul gagasan-gagasan kreatif anak, yang tanpa orangtua sadari, betapa hebatnya anak-anak mereka.

Kreativitas dapat diperkuat bila:

- Anak-anak didorong untuk merasa bebas mengekspresikan perasaaanya atau opininya. Keluarga terbuka untuk pengalaman baru dan opini yang berbeda

- Anak-anak didorong untuk memanipulasi dan mengevaluasi gagasan. Misalnya dengan pertanyaan “ mengapa kamu berpendapat bahwa……..”

- Anak-anak dibiarkan menjadi asli dirinya, dan ketika tumbuh mereka didorong untuk mempertimbangkan lebih dari satu penyelesaian untuk setiap masalah.

- Disipiln tegas tanpa menghukum dan dengan batas-batas yang jelas

- Orang tua percaya anaknya akan berlaku baik dan melakukan sebaik-baiknya.

- Orang tua menerima atau toleran terhadap gagasan kreatif  anak tanpa mengingkari atau mengecilkan hasil yang dicapai.

- Orang tua percaya pada kemampuan  anak mereka. Jangan berkata kalau itu terlalu “Sulit”. Jika memang sulit, orang tua harus berkata bahwa ia bangga anaknya telah mencoba.

- Orang tua siap untuk membiarkan anak mereka melakukan aktivitas jika anak menikmati kegiatan tersebut.

- Orang tua menyediakan arah dalam menemukan masalah dan menyelesaikannya. Pertanyaan kuncinya adalah “ mengapa kamu berpendapat bahwa…..”

- Orang tua memperbolehkan ekspresi bebas di samping pelatihan spesifik dan banyak peluang untuk berlatih. Ingat bahwa pelukis besar juga belajar melukis.

- Orangtua sendiri kreatif, anak meniru mereka.

- Anak-anak mempunyai kontak dengan pemikir kreatif lain melalui TV, buku dan diskusi dengan orang dewasa dan anak yang lebih besar.

- Kesesuaian digantikan oleh keterbukaan. Putuskan nilai-nilai mana yang penting dalam keluarga anda dan bersikaplah fleksibel pada hal-hal lain.

- Orang tua mendorong bermain pura-pura dan imajinatif

- Anak-anak diperkenalkan dengan cerita, musik, dan seni. Dan juga gagasan dan aktivitas fisik, termasuk menari dan olah raga

Peran Guru

Untuk membantu anak tetap memiliki dan mengembangkan potensi kreatifnya, menurut Rachmawati (2010) dibutuhkan seorang guru yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

Kreatif dan menyukai tantangan

Syarat pertama seorang guru yang dapat mengembangkan kreativitas anak adalah guru tersebut juga merupakan individu yang kreatif. Tanpa sifat ini sulit sekali seorang guru dapat memahami keunikan karya dan kreativitas anak. Guru juga harus menyukai tantangan dan hal-hal baru sehingga ia tidak akan terpaku pada rutinitas ataupun mengandalkan program yang ada, namun ia akan senantiasa mengembangkan, memperbaharui dan memperkarya aktivitas belajarnya dari waktu kewaktu

Menghargai karya anak

Menghargai karya anak apapun bentuknya adalah prinsipil sifatnya. Tanpa sikap ini mustahil anak akan bersedia mengekspresikan dirinya secara bebas dan mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Penghargaan dapat berupa pujian, ataupun pengakuan dari guru bahwa anak tersebut telah dengan baik membuat suatu karya yang membanggakan dirinya.

Menerima anak apa adanya

Setiap anak adalah unik dan khas, mereka berbeda satu sama lain. Seorang guru dituntut untuk memahami keunikan tiap anak dan menerimanya dengan baik serta menghindari sikap diskriminatif. Penerimaan terhadap anak , erat kaitannya dengan rasa aman. Jika anak merasa diabaikan dan tidak diterima oleh gurunya , maka ia akan kehilangan rasa amannya ketika berdekatan dengan gurunya.

Motivator

Seorang pengembang kreativitas adalah seorang motivator/ pendorong bagi peserta didik.

Ekspresif, penuh penghayatan, dan peka pada perasaan

Kematangan emosional para pengembang kreativitas adalah hal penting untuk dapat menyelami hasil kreativitas anak. Sikap yang ekspresif dan luwes dalam menunjukkan penghargaan dan bimbingan terhadap peserta didik, dapat menjadi modal berkembangnya kreativitas pada anak.

Pecinta seni dan keindahan

Banyak hasil karya kreativitas berbentuk karya seni, jika guru pengembnag kreativitasbtidak memahami atau bahkan tidak menyukai seni dan keindahan bagaimana mereka dapat mengetahui kalau karya tersebut memiliki arti penting baik bagi pembuat maupun bagi orang lain. Konsep=konsep dasar mengenai estetika sebaiknya dimiliki oleh guru pengembang kreativitas.

Memiliki kecintaan yang tulus terhadap anak

Anak memiiki perasaan dan mampu membedakan orang yang tulus atau tidak menyayangi mereka. Kecintaan terhadap anak akan memberikan kenyamanan secara psikologis bagi anaka untuk dapat dengan tenang dan senang melakukan eksplorasi terhadap potensi dirinya.

Memiliki ketertarikan terhadap perkembangan anak

Masa the golden age yang dimiliki oleh anak, memerlukan suatu pendekatan yang tepat untuk dapat memfasilitasi optimalnya aspek-aspek perkembangan yang mereka miliki. Guru pengembang kreativitas anak hendaknya memiliki kepedulian aspek-aspek perkembangan anak. Dengan hal tersebut guru dapat mewujudkan dalam bentuk pemahaman yang mendalam tentang apa yang sebenarnya dimiliki oleh anak. Dan guru dapat memberikan penanganan yang tepat bagi anak dengan potensi yang mereka miliki.

Bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak

Setelah guru mengetahui potensi yang dimiliki anak, maka selanjutnya adalah berpikir dan bertindak bagaimana seharusnya potensi tersebut dapat dikembangkan.

Hangat dalam bersikap

Kenyamanan secara psikologis dapat menciptakan suatu iklim yang kondusif, ini diperlukan bagi pengembangan kreativitas. Kasih saying, sentuhan (touch), dan kehangatan dalam bersikap akan dapat menunjang bagi terciptanya suatu psychological athmosphere yang baik bagi anak. Anak tidak akan tegang dan takut dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya dengan potensi yang mereka miliki.

Dinamis

Salah satu hal yang merupakan cirri dari kreativitas adalah menyukai perubahan (change). Perubahan tersebut tidak hanya terletak pada produknya saja tetapi pada proses, person dan pres yang tercipta dalam situasi yang lebih dinamis, sehingga mereka dapat membuat sesuatu yang baru, yang lain daripada yang lain.

Bersedia bermain dengan anak

Bermain adalah metode efektif untuk mengembnagkan kreativitas anak. Strategi dan pendekatan apa pun yang digunakan untuk mengembnagkan kreativitas dapat dilakukan dalam bentuk permainan.

Luwes dan lincah dalam menghadapi kebutuhan, minat dan kemampuan anak

Sikap dan kepribadian yang menarik oleh guru pengembang keativitas akan dapat tercermin dari pribadi yang luwes (fleksibel) dan lincah dalam menghadapi segala macam kebutuhan, minat dan kemampuan anak. Kedekatan dan pendekatan yang dilakukan guru diupayakan agar anak merasa senang dalam melakukan kegiatan, merasa diterima, dipahami, dan diperlakukan dengan penuh perhatian.

Memberi kesempatan

Berilah kesempatan pada anak untuk menjelajahi lingkungan, karena ini dapat merangsang anak  untuk mengeksplorasi segala sesuatu yang ada disekitar mereka, ini juga akan memicu mengembangkan kemampuan daya pikir dan daya ciptanya.

Aktivitas  untuk meningkatkan kreatifitas anak usia dini

Selain lingkungan kreatif, anak juga membutuhkan stimulus-stimulus lewat aktivitas yang bisa meningkatkan kreativitasnya. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan peralatan sederhana yang ada di rumah/ sekolah, atau dengan persiapan yang lebih matang lagi. Aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak, seperti:

Menggambar dan melukis

Menggambar dan melukis adalah salah satu aktivitas yang sangat disukai anak. Seorang anak mulai menggambar dengan membuat lingkaran besar tanpa mengangkat krayon atau pensilnya dari atas kertas. Dan kemudian berkembang  dengan menggambar garis dan titik hingga akhirnya mampu membuat gambar yang “mempunyai arti”. Melukis dan menggambar membuat anak belajar koordinasi tangan-mata, mengembangkan imajinasinya, dan menyalurkan emosinya. Selain itu menggambar&melukis juga merupakan latihan yang baik dalam menghasilkan tanda di kertas, sesuatu yang diperlukan anak ketika belajar menulis.

Untuk mendukung aktivitas anak dalam melukis dan menggambar, orang tua dan guru dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

- Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Seperti cat air/minyak, kuas, pensil, krayon, kertas dll. jangan lupa, alat yang disiapkan harus aman untuk mereka.

- Biarkan mereka menggambar yang mereka mau, jangan contohkan gambar pada anak.

- Beri ruang untuk menggambar dan melukis. Jangan marahi anak jika ruangan menjadi berantakan ketika menjadi studionya.

- Beri pujian untuk semua gambarnya.

- Ajak anak untuk bercerita tentang gambarnya.

- Buat  variasi aktivitas agar anak tak bosan, misalnya menggambar dengan jari, dengan ditiup, cetakan dll.

- Setelah melakukan aktivitas, ajak anak merapikan kembali peralatannya

Kerajinan tangan

Kerajinan tangan melibatkan aktifitas yang lebih rumit dari melukis Karena melibatkan beberapa aktifitas seperti merencanakan, merangkai, merobek, memotong, dan  merekat. Dari aktifitas ini anak belajar merancang sesuatu, merangkaikan sesuatu, mengembangkan imajinasinya, konsentrasi, dan menjalani proses. Kegiatan ini juga akan membantu anak belajar mengelola emosinya.

Untuk mendukung aktivitas anak dalam kerajinan tangan, orang tua dan guru dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

- Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti kertas warna, gunting, penggaris, lem dll. Jangan lupa, alat yang disiapkan harus aman untuk mereka.

- Kondisikan ruangan, jangan sampai anak-anak mengambil material dari barang-barang yang bukan seharusnya. Misalnya : mengambil kain dari taplak meja bunda, atau mengambil kertas dari berkas kerja ayah.

- Temani mereka dalam melakukan aktivitas ini.

- Diawal, kita harus memberikan contoh dalam beberapa aktivitas. Misal bagaimana menggunting yang benar, merekatkan dll. Setelah itu kita bisa “melepas” mereka melakukannya sendiri.

- Biasanya anak akan menggunakan hasil kerajinan yang dibuat, puji hasilnya.

- Jika ia memberikan hadiah itu ke kita, segera gunakan. Berikan ucapan terima kasih dan pujian.

- Setelah melakukan aktivitas, ajak anak merapikan kembali peralatannya

Musik dan lagu

Anak menyenangi musik dengan mendengarkannya, bergerak mengikuti alunan musik, mengikuti lagu dan memainkan alat musik sederhana (perkusi dll). Aktivitas ini termauk ketika anak melakukan ketukan pada benda-benda di sekitarnya. Dari musik anak belajar untuk menikmati musik sederhana dan mendengarkan, menyesuaikan pola bernapas dengan suatu aktivitas, mengekspresikan emosi atau perasaan dengan musik, memahami bahwa musik adalah aktivita sosial yang membuat kita merasa dekat dan masuk kedalam kelompok social, memainkan perkusi membuat anak dalam kendali, dan menghargai dan memberi tanggapan pada irama.

Untuk mendukung pengembangan kreativitas anak lewat musik, orang tua dapat melakukan:

- Memperdengarkan musik pada anak-anak sejak dini

- Biarkan mereka tahu jika anda juga suka musik

- Mengetuk jari di meja atau bertepuk tangan mengikuti irama lagu

- Jika kita bisa bermain musik, ajak anak bermain bersama kita.

- Ajak anak bernyanyi lagu-lagu dengan dengan irama sederhana, gerakan akan membantu anak mengingat lagunya.

- Ajak anak membuat alat musik sederhana dari daun,gelas, toples dan benda-benda lain di rumah

Menari

Perdengarkan lagu pada anak, maka ia akan bergerak mengikuti irama lagu. Anggukan kepala, badan yang meliuk ke kanan dan ke kiri atau melompat merupakan ekspresi yang biasa muncul ketika anak mendengarkan musik. Dengan menari, anak akan belajar menggunakan badannya untuk mengintrepretasikan musik dan mengekspresikan dirinya,memikirkan berbagai jenis musik berbeda, belajar bahwa musik terdiri not yang tinggi dan rendah, mendengarkan dengan seksama dan memperhatikan rincian, mengenali irama, dan bergerak serta bernapas siring dengan irama.

Orang tua dapat melakukan beberapa hal untuk mendorong kreativitas anak dalam menari :

- Ajak anak menari bersama

- Biarkan anak mengekspresikan tariannya, jangan komentari dengan komentar negatif.

- Ajak anak menari dengan lagu-lagu yang berbeda-beda, dari rock hingga lagu yang “sendu”.

- Beri “alat musik” untuk anak mainkan sambil menari

Bermain peran

Selain imajinatif, anak adalah peniru yang baik. Ia akan menirukan banyak hal yang ia lihat, dengar dan alami. Tak heran, anak akan memerankan peran-peran tersebut ketika bermain. Dengan  imajinasi dan pengalamannya ia akan menciptakan dunianya sendiri. Ia bisa bermain peran dengan menirukan pekerjaan orang dewasa (dokter, polisi, dll), menirukan pengalamannya (liburan,sekolah dll), tokoh idolanya (superman, batman dll) atau kejadian sehari-hari (memasak, mencuci dll). Biasanya anak laki-laki akan bermain di dunia tradisionalnya seperti bermain mobil-mobilan, sebagai pemadam kebakaran atau pembalap. Sedangkan anak perempuan sering bermain dengan yang lebih “halus”, seperti menjadi ibu, guru, perawat atau dokter.

Dari aktivitas ini, anak akan belajar menuturkan cerita, memahami berbagai peran yang ada, memahami berbagai konsep yang ada (misal tentang uang dll), mengatasi masalah emosinya, dan juga mengajarkan anak untuk bekerjasama.

Dalam mengembangkan kreatifitas dalam bermain peran, anak akan membutuhkan peran orang tua, seperti:

- Menyediakan peralatan yang dibutuhkan, seperti boneka, mobil-mobilan atau kostum.

- Membantu anak membuat peralatan bermainnya, misal membuat ninja dari sarung atau membuat mahkota untuk tuan putri.

- Ikut bermain, misalnya orang tua berperan menjadi murid ketika anak berperan sebagai guru.

- Perkaya pengetahuan anak, lewat cerita, video atau pengalaman lapangan

Bercerita

Bangsa kita adalah bangsa penutur, kita terbiasa menuturkan sesuatu yang kita alami pada orang lain. Begitupun anak-anak, mereka suka sekali bercerita tentang apapun. Apa yang mereka lihat, rasakan, dengar dan alami akan mereka ceritakan. Dari aktivitas bercerita anak akan belajar mendengar dan menyerap informasi, merangkai kata, belajar membuat cerita dan menceritakannya, selain itu anak juga belajar mengekspresikan apa yang ia rasakan dan yang ia inginkan.

Apa yang orang tua dapat lakukan?

- Bercerita pada anak. baik dongeng atau kejadian sehari-hari. Medianya bisa lewat buku, album keluarga, boneka atau hanya cerita saja.

- Perkaya cerita anak dengan buku, video dan pengalaman.

- Sediakan media untuk anak bercerita. Bisa berbentuk mainan, boneka atau buku.

- Pancing anak bercerita dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya bukan ya atau tidak.

- Jangan potong cerita anak

- Biarkan anak mencampurkan imajinasinya dengan kejadian sebenarnya.

Tips untuk orang tua ketika bercerita pada anak:

- Selektif ketika memilih cerita!, banyak cerita yang tidak cocok untuk anak. Seperti sangkuriang atau kancil pencuri.

- Ketika bercerita, tempatkan anak dalam posisi “aman”. Seperti di pangkuan, pelukan atau di sebelah anak.

- Ketika melakukan “read aloud”, biarkan anak ikut “membaca” buku tersebut. Kita membantunya dengan menunjuk bacaan.

- Perubahan intonasi, ekspresi wajah dan suara akan membuat cerita semakin menarik

- Penggunaan media seperti boneka dan buku akan membuat anak lebih mudah mencerna cerita.

- Bahas nilai-nilai yang ada dalam cerita

Percobaan “ilmiah”

Anak-anak mungkin belum mampu berpikir secara logis atau mengevaluasi sesuatu. Namun mereka telah memenuhi standar sebagai seorang ilmuwan hebat, mereka adalah pengamat yang baik dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

Dari percobaan ilmiah, anak akan belajar mengamati sesuatu dengan seksama,  membedakan perbedan-perbedaan kecil, mengklasifikasikan dan mengelompokkan. Percobaan ilmiah akan mengajarkan pada anak untuk menyelidiki sebuah pertanyaan “mengapa” hingga menemukan jawabannya.

Untuk mengembangkan kreativitas anak dalam percobaan ilmiah, orang tua dan guru dapat melakukan:

- Mulai dari kejadian dan fenomena yang terdapat di sekitar anak. Misal serangga di kebun atau air di gelas.

- Pastikan peralatan yang digunakan aman untuk anak.

- Dorong anak untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya dengan menJawab pertanyaan anak dengan pertanyaan kembali.

- Orang tua dan guru harus punya banyak referensi untuk menjelaskan fenomena yang ada.

Bertualang

Anak-anak suka dengan sesuatu yang baru. Bertualang keluar dari “zona amannya” merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Bertualang bisa dengan berkemah, jalan-jalan ke alam atau hanya mengajak anak naik kereta atau bus. Dengan bertualang, anak akan belajar memahami perbedaan, mengetahui dunia di sekitarnya, dan mengamati sesuatu dengan seksama. Anak juga akan belajar untuk bertanya pada orang lain dan mencari sumber-sumber informasi dari berbagai sumber.

Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dan guru dalam mengajak anak bertualang ialah;

- Rancang petualangan agar seru dan menyenangkan. Membuat cerita akan membuat petualangan lebih menyenangkan.

- Dorong anak untuk bertanya dan berinteraksi dengan orang lain, misal bertanya pada masinis kereta api.

- Ajak anak mencari informasi dari sumber-sumber yang ada di sekitarnya, misalnya rambu jalan atau gambar-gambar.

- Ajak anak untuk mengamati fenomena yang terjadi selama petualangan

- Ajak anak untuk bercerita pengalamannya dalam bertualang.

Memasak

Selama ini, masyarakat beranggapan bahwa memasak hanya untuk wanita. Selain itu masyarakat masih beranggapan bahwa dapur adalah daerah berbahaya untuk anak-anak. Padahal memasak adalah salah satu aktivitas yang menarik dan menyenangkan untuk mengembangkan kreativitas  anak. Aktivitas Memasak termasuk mengaduk, menakar bahan, membuat adonan, hingga menghias dan menyajikan makanan. Memasak akan membuat anak belajar berkreasi dengan makanan, mengikuti perintah sederhana, belajar mengukur dan menakar, membantu orang lain, bekerjasama dengan orang lain, melakukan sebuah proses,dan mengamati serta memperhatikan rincian. Memasak juga akan membuat anak bangga akan hasil pekerjaannya.

Untuk mengembangkan kreativitas anak dalam memasak, Orang tua dan guru dapat melakukan:

- Jelaskan dulu proses yang akan dikerjakan.

- Jelaskan apa yang boleh anak-anak kerjakan.

- Pastikan anak-anak tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti pisau tajam atau panci panas.

- Perkaya menu yang ada

- Mulai dari kegiatan sederhana, misalnya menyiapkan salad.

- Ajak anak merapikan kembali barang-barang yang telah digunakan

Berkebun

Kebun, merupakan tempat favorit untuk anak-anak. Di kebun anak bisa belajar, bermain dan melakukan hal-hal kotor (bermain tanah, air dll). Berkebun juga bukan berarti sekolah atau rumah harus mempunyai halaman yang luas, berkebun bisa dilakukan di pot di sudut rumah. Dengan  berkebun akan belajar mengamati dengan seksama, belajar proses dan mencoba hal-hal baru.

Untuk mengembangkan kreativitas anak dengan berkebun, Orang tua dan guru dapat melakukan:

- Biarkan anak ketika kotor, namun jangan lupa untuk mengajaknya membersihkan diri setelah aktivitasnya selesai.

- Ajak anak mengamati proses yang ada, misal pertumbuhan tanaman.

- Ajak anak mengamati apa yang terdapat di kebun. Misalnya tanaman apa saja, dan hewan yang ada

- Beri anak tanggung jawab dalam mengelola kebunnya.

Selain aktivitas-aktivitas diatas, Masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas anak. Aktivitas-aktivitas yang telah disebut diatas juga bisa saling melengkapi satu sama lain, tergantung pada kreasi  orang tua dan guru dalam mengembangkannya. Selain itu yang perlu diperhatrikan oleh orang tua dan guru adalah membuat perencanaan aktivtas apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan kreatiivitas anak.

DAFTAR PUSTAKA

Ayan, Jordan E. 1997. Bengkel Kreativitas. Bandung : Kaifa

Einon, Dorothy. 2002. Creative Child. Jakarta: Karisma

Herr, Judy. 2007. Creative Resources for The Early Childhood Classroom. New York: Thomson

Kiong, Melly. 2010. Cara Kreatif Mendidik anak ala melly Kiong. Jakarta: Progressio Publishing

Munandar, S.C.Utami. 1999. Kreativitas dan keberbakatan (strategi mewujudkan potensi dan bakat). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Rachmawati, Yeni & Euis Kurniati. 2010. Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Schmidt, Laurel. 2002. Jalan Pintas Menjadi 7 Kali Lebih Cerdas. Bandung: Kaifa

Treelese, Jim. 2006. Read Aloud Hand Book. Bandung: Hikmah

Mahayattika, Idzma dkk. 2009. Modul pelatihan guru kreatif. Bandung: KIDZSMILE

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s